Halaman

Minggu, 10 April 2011

Rubrik AMERIKA (Aneka MEmoRI pramuKA)


Gladian Pinru Yang Betul-betul Mantap & Tangguh :
KUNJUNGAN KE KAYANGAN API
AGAR SEMANGATNYA BERAPI-API
       Sabtu 25 Oktober 2008 anggota DKG dan DIANPINRU diberangkatkan ke bumi perkemahan Tita Wisata Dander-Bojonegoro. Begitu kami serombongan datang, disambut wahana wisata hutan lindung yang ramah, sejuk dan memukau. Dengan panorama yang indah mempesona. Setelah tenda berdiri upacara pembukaan pun dimulai.
Ka Maigus, Drs. MA Shobri dalam sambutan arahannya menekankan kepada semua peserta pilihan : “Adik-adik ini adalah terpilih untuk menjadi teladan bagi yang lain. Maka dari itu kalian di lokasi ini digembleng agar ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada teman-teman kalian yang tidak terpilih”
        Lanjut Kak Shobri : “Meskipun kalian terpilih jangan sombong. Sebab kewajiban kalian adalah menyampaikan amanat. Dan apabila kalian tidak bisa menjadi contoh, maka resiko dan sanksinya lebih berat”
        Hari pertama kami dibangunkan oleh salah seorang Pembina, untuk diajak apel malam. Di tengah malm yang gelap gulita itu pula kami diberangkatkan satu persatu di sela-sela hutan yang berpohon besar. Di pojok sana terdapat “keranda” (wadah mayit). Kami tahu ini semua sebagai media uji nyali. Dan alhamdulillah semua peserta tabah menghadapinya. Tentu masing-masing anak mempuntyai do’a/bacaan-bacaan tertentu guna menguatkan perasaannya.
        Di haruike dua, kami diajak jelajah dari desa ke desa yang kini lebih jauh lagi. Sekali berangkat menempuh perjalanan 10 km. Obyek kali ini adalah lokasi api abadi yang tak kunjung mati. Namanya Kayangan Api. Di lokasi inilah api untuk menyalakan obor PON (Pekan Olahraga Nasional) yang dikirab ke seluruh penjuru Nusantara. Kala itu yang punya gawe adalah Propinsi Jatim yang dipimpin oleh seorang gubernur : Jendral Basofi (kondang dengan lagu “Tidak Semua Laki-laki”).
        Betapa indah lagi panorama malam hari yang disinari bara api yang terkadang membiru, bikin hangat tubuh. Beberapa kali Pembina mengajak lewat (melintasi) kobaran api. Tapi anehnya tidak terbakar dan tidak merasa panas sedikitpun.
        “Dengan berdiam diri di depan api sebagai lambang semangat kita semoga tetap terus menyala dan aktivitas & kreatifitas tak pernah henti” demikian kata-kata Kak Fanmosah mengajak anak didiknya.  (Reporter Arsega : Fakhrur Rozi – 9 C)

                                    
Kak RONI FIRDAUS memberikan materi Semaphor
di atas bara api KAYANGAN Bojonegoro
                                       
Inilah pusat /sumber api yang kelihatan tungkunya
( yang melingkar) di kayangan api bojonegoro

                                   
Pasukan Pembina Tangguh di Wahana Hutan Tirta Wisata Dander Bojonegoro

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Dari Bukit Ke Bukit 
Peserta Diberangkatkan Jam 14.00
Nyewa Tossa Untuk Sapu Bersih Safari Camp
Sabtu 27 Desember 2008 siang hari itu peserta Safari Camp diberangkatkan, setelah sebelumnya diberi pengarahan pembina. “Tangan tak boleh jahil merusak pepohonan milik orang-orang kampung. Ini akan berdampak jelek terhadap sekolah kita” tutur Kak Mosah dihadapan pasukan tangguh calon pemimpin yang baru saja diberi bekal LDKMS.
Setelah 2 jam menyusuri lereng-lereng perbukitan desa Kepoh-Bulumargi, 60 peserta diajak parker dan mendirikan tenda di bawah hutan jati milik Pak Ridwan. Lokasi yang berada di wilayah Banjaranyar-Banjarejo-Kedungpring itu memang mengasyikkan. Terdapat lapangan yang cukup luas, yang dinikin pemuda setempat.
“Biarkan pemuda bermain di lokasi ini, asal tidak merusak pohon jati” pesan Pak Ridwan si pemilik lahan berbentuk “ L “  yang sangat luas itu. Setelah selesai upacara pembukaan yang dibukla oleh Ka Mabigus, yang diwakili Bapak Urip Arga, Pak Ridwan berkunjung ke lokasi melihat peserta mengadakan kegiatan. Bahkan malam harinya Kepala Desa Kepoh yang juga bapaknya Mudzakir Ma’ruf 7-C itu nyambangi sembari membawa camilan, kopi dan rokok.
Urip Arga dalam sambutan arahannya mewakili Pak Sobri menuturkan : “Adik-adik jangan enak-enak berkemah di sini. Perkemahan ini adalah untuk menggembleng peserta sebagai calon pemimpin yang handal, yang bisa diajdikan teladan bagi siswa yang lain”
Setelah ishoma (istirahat, sholat dan makan) yang dipandu Kak Roni Firdaus, cuaca alam kurang bersahabat. Hujan deras turun dengan semilir angin dingin. Peserta dan Pembina boyongan ke serambi masjid desa Banjaranyar. Ada hikmahnya sebab malam itu sekaligus memperingati 1 Muharom 1430 H.
Ustadz yang dihadirkan adalah tokoh masyarakat setempat. Abdur Rokhim namanya. Dalam ceramahanya, ustadz menyoroti perilaku murid yang tidak senonoh. “Banyak murid yang tidak tahu unggah-ungguh. Tidak sopan kepada orangtua dan gurunya” kata ustadz Abdur Rokhim.
“Tapi tidak demikian yang terjadi di SMP 3 mudah-mudahan murid-muridnya nurut semua dan tidak nakal” harap ustadz. Di tengah-tengah nasehatnya, sang ustadz juga menyoroti guru. “Kalau ada anak nakal, gurunya juga tidak sabar” untuk itu dibutuhkan hubungan yang harmonis antara guru dan murid.
Setelah selesai ceramah, peserta digiring ke suatu tempat. Dilokasi penjelajahan malam itu peserta disuruh mencium tanah. Ini perlambang kita mensyukuri nikmat Tuhan. Gemblengan demi gemblengan diberikan oleh Pembina dengan sentuhan hati. Tidak jarang peserta merenungi dosa-dosanya hingga berlinang air mata.
Dan itulah kenyataan materi pembinaan yang diberikan oleh Kak Roni Firdaus yang sangat dramatis. Sementara di ujung kejauhan di kegelapan malam, para Pembina beraktion layaknya pocongan. Tak jarang  pula peserta yang lari tunggang langgang.
Pagi harinya peserta dan Pembina meneruskan perjalanannya menembus desa-desa tersembunyi yang jarang diterobos penduduk. Dai dusun Kemiri, tembus dusun Bulugondang. Dengan tanah berlumpur peserta tetap bertahan menuju finis SMP 3 Babat yang bermarkas di Gembong. Dengan terlebih dahulu melewati perbatasan Payaman dan Sumurgenuk. Mampir di rumah warga (Novitasari) untuk cuci kaki dan badan yang habis tiarap di lumpur persawahan yang menyegarkan pandangan. = = = (Reporter Yulius Kurniawan Kristianto &-A) = = = = = =


 
Aktifitas Kepramukaan Di Gudep
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

0 komentar:

Posting Komentar