Halaman

Senin, 11 April 2011

Rubrik PAKISTAN (PAntun KIriman & puiSi TAmpilAn)


Kiriman : Ayu Novitasari Kelas 7-A
                               
1. G U R U K U
     Guru……….
          Kamu mengajariku
          Kamu mencerdaskanku
          Guru…….
          Sungguh mulia jasamu
          Kamu sudah capek mengajariku
Kamu tidak pernah minta imbalan dariku
Kamu pahlawanku tanpa tanda jasa
Kamu tak pernah putus asa
Sehingga murid-myrid cerdas karena dirimu
          Kamu todak ingin murid-murid bodoh
          Terima kasih, guru ………………..

2. Bunga Melati
    Oh bunga………….
    Kamu harum
    Kamu cantik
Orang-orang mencintaimu
Karena keharumanmu
Warna putih artinya suci
          Kamu indah mewangi di malam hari
          Semerbak alami
          Yang tak terkontaminasi kimiawi
= = = = = = = = = = = == = = = = == = = = = = = = = =

Karya Kiriman : Alfian Jatikusumo – 7 A

                             SHOLAT SUBUH
                   Wahai saudaraku
                   Bangunlah dari mimpimu
                   Dengarlah akan panggilan-Nya
Bersihkan hatimu
Dengan tetesan air wudlu
Berkunjunglah ke singgasana-Nya
Guna penuhi seruan-Nya
                                      Bersimpuhlah kau
                                      Sucikan hatimu
                                      Dengan alunan sajak dzikrulloh
                                      Niscaya kau terangi jiwa t’rus bercahya

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = == = = = = = = = = = = =
Karya Kiriman : Rita Triagustina 8-E
1. TENTANG AKU TANPA KAU
                   ADA YANG HILANG KETIKA KAU HILANG
                   HATIKU…………..JIWAKU ……………….
                   ADA YANG PERGI KETIKA KAU PERGI
                   SENYUMKU………………TAWAKU……….
HIDUPKU IKUT HILANG BERSAMAMU
CANDAKU IKUT PERGI BERSAMAMU
SEMENTARA AKU MASIH DI SINI
MENCOBA ‘TUK TEGAK BERDIRI TANPAMU……….

2.  HIDUP ADALAH PERJUANGAN DAN DO’A
          Hidup itu bukan saja mengikuti langkah kaki. Juga bukan mengikuti arah angina ke sana ke mari. Itu gerak orang-orang yang tak punya tujuan, cita-cita dan angan-angan. Hidup bukan hanya diam, pasrah. Hidup tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, yang bisa bikin keluar air mata.
          Tapi hidup adalah lebih dari perjuangan. Di dalamnya  ada harapan yang diawali  dengan perjuangan dan pengorbanan. Kemudian di akhiri dengan do’a dan tawakkal. Ini namanya gerakan motivasi hati. Demi hidup, usaha harus dilakoni sehari-hari.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Karya Kiriman : Leo Tujuh-A
PULAU DEWATA BALIKU
Angin berhembus sepoi-sepoi
Nyiur melambai-lambai       
Sang surya menyinari dunia
Gemuruh ombak kejar-kejaran
Di Pulau Dewata
Sungguh Bali itu indah sekali
Jadikan tujuan wisata bumi
Terimakasih ya Tuhan
Engkau yang menciptakan seluruh panorama dunia
         

Karya Kiriman : Lita Arvina 
“ALLOH”  DI BUAH KELENGKENG
Bocah mungil itu merengek minta kelengkeng
Sang ayah lagi bangkrut, duit menipis untuk hari esok
Demi anak agar tidak rewel : cari utangan
Bergegaslah ke bakul buah
Si bakul bilang : kelengkeng, Om ?
Om dengkulmu ! berapa ?
24 ribu, jawab Si bakul 
Sang ayahpun terpaksa menenteng saja buah exlusip itu
Begitu dikupas dirumah : Masya Alloh
Ada tulisan “ALLOH” terukir di daging buah
Abstraksi itu mampu menggugah sanubari orang yang sedang puret
Maha Agung Alloh yang tersembunyi di buah kelengkeng
Seisi keluarga itu terpesona akan keindahan-Nya

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Karya Kirimana : Rita Ratna Sari 7-A

1.                          I B U
Ibu…………..
Sungguh besar jasamu
Mengandung……….
Melahirkan …………….
Membimbing …………………..
Hingga aku besar
          Ibu …………….
          Jasamu akan selalu kuingat
          Di setiap aku ada masalah
          Engkau selalu membantuku
Ibu ……………
Engkau sangat menyayangiku
Bagaikan bintang yang berpijar
Akuakan selalu berdo’a
Agar ibu selamat dunia – akherat
I love you ibu

2.               A Y A H

          Penaku lelah menulis surat kerinduan padamu
          Hidupku tak pernah tegas mengenangmu, ayah…..
          Apakah kau merasakan harapanku ?
          Kapan kau balas senyumku ?
Tuhan,
Seandainya kematian yang memisahkanku dengan ayah
Akan tetap kutatap jasanya
Walau deengan sedikit kelemahanku
Aku berusaha untuk berdiri
Dan aku tetap menyayangi
Demi dirimu, ayah…….

3.             G U R U

Sinar mentari memancar dari ufuk timur
Langkahmu pelan tapi pasti
Penuh wibawa yang tak kuduga
Kau jenguk diriku sebagai murid dalam kebodohan
Umbar-umbaran ilmu itu demi negara dan bangsa
Tapi aku tetap membisu dalam kedunguan
Terkadang tak kau hiraukan ocehanmu
Sepantasnya kau marah padaku
Namun tak kau hiraukan juga aku dalam kegelapan
Akhirnya kau sulap diriku jadi cahaya yang mencahaya
Wahai dunia : inilah pahlawan di atas pahlawan
Yang tak ternilai dengan emas permata
Jasamu amat besar sebesar dunia yang kau ajar
Terimakasih guru, kau telah mencerdaskan anak bangsa

4.                          DI BAWAH MERAH PUTIH
          SIRINE PANJANG BERDENGUNG
          MENGGODA BARAK-BARAK HITAM
          SEKETIKA, ……………….
          HUTAN BELUKAR GEGER MENGGEMPARKAN
          DAN BUNYI PELATUK BERSAHUT-SAHUTAN
          DI TENGAH RIMBA RAYA
          DI BAWAH MERAH PUTIH
MANUSIA DI SANA MENEMBUS RENTETAN PETIR BUATAN
DENGAN CINTA MEREKA SETOR NYAWA
KE PANGKUAN IBUNDA PERTIWI
DI BAWAH SANA ADA JASADMU
MERAH PUTIH
          PENGHUNI RIMBA RAYA ITU TERKULAI LESU
DARAH MENGUCUR DARI BADAN KE BADAN
SETIAP TETES DARAH PADA ALIRANNYA BERUCAP :
  M E R D E K A . . . . . . . . .! ! ! ! ! “

5.      Makna  Sebuah  Persahabatan
Mencari musuh itu lebih mudah
Ketimbang mencari teman
Itulah kalimat yang bikin ngeri
Persahabatan yang abadi di saat senang itu susah
Bahkan sepeninggal kita dia masih ada
Kemana kita bersahabat bisa melangkah
Lalu kau turuti itu langkah
Maka itu yang namanya “The Best Friendship”
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
   

Karya Kiriman : Kiki Devi Mega Putri (Si Mungil 7-C)
1.            A Y A H
JARI JEMARIKU NGILU BIKIN  AKSARA
KERINDUAN PADAMU
HATIKU TAK PERNAHTEGAS MENGENANGMU
AYAH ………….
APAKAH KAU MERASAKAN DO’AKU
KAPAN KAU BALAS SENYUMKU
TUHAN………………
WALAU KEMATIAN MEMISAHKAN
KAMI TETAP SALING MENYAYANG
DENGAN SEGALA KELEMAHANKU
AKU TETAP TEGAR MENYAPA


2.           GELAP
Kabut hitam itu telah lusuh
Tanpa cahaya memancarkilau
Tapi dalam gelap itu masih ada
Embun jatuh membeningkan hasta
Yang menyejukkan duka

3.       SINGGASANA
SINGGASANA ITU PERTEMUANKU
MENJELMA MEGAH DI LEMBAR PELANGI
DI SAAT  SENJA DIRIMBUNI DAUN-DAUN SUKA
SAYUP-SAYUP TAKBIR MENYUSUP
DAN HATIKU SUJUD
TETESAN AIRMATA ITU BAK MUTIARA
DAN  MUTIARA ITU MENYUSURI AWAN DZIKIR
MESKI JAUH DARI DZAT-MU AKAN KUGAPAI BAROKAH-MU
DAN ITULAH MUTIAR HATI YANG LULUH DALAM PELUKAN

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =



Karya Kirimana : Pipit Ariyaningsih 7- A
1. PENANTIANKU
          ‘ku ingin menunggu gelapnya malam
          ‘ku ingin menunggu terangnya bulan
          ‘ku ingin hadirnya angin berembus di keheningan
          ‘ku ingin pertemuan sosok impian
                             gelapnya hatiku tak segelap malam ini
                             terangnya hatiku tak seterang purnama dulu
                             dinginnya hatiku tak sedingin salju kutub
                             malam ini penuh penantian agaknya
                             kapan akan hilang…….?

2. KEHANCURANKU
          Kau rela hancurkan hati ini dengn perasaan
          Kau rela padam-redupkan jiwa ini dengan cinta
                   Ku rasakan kehancuran ini lewat kegelisahan
                   Ku tahan goresan luka yang ku tak tahu


Kiriman : M. Irfan Abd – 9 D : “Episode Waktu”

Ketika sel-sel dalam tubuh mulai menunjukkan ketidakstabilan
Berdistorsi menjalankan fase nekrosis dan apopsis
Kala fajar baru di ujung terlelapnya
Perjalanan menuju keabadian tetap dinantikan
Kalau manusia boleh meminta
Berikan waktu lebih untuk saling menatap dan mengucap
Walau hanya tetes kata perpisahan
Tuhan tetap tahu apa yang terbaik

Umurpun tak diperhitungkan
Perbuatan tak lagi disinggungkan
Rahasia tuhan terhadap kekekalan
Semua akan kembali padanya tanpa pertentangan

Bersimpuhlah menutup matanya hari ini
Menyucikan diri untuk kembali pada-Nya
Meninggalkan berkas-berkas memori
Menyelamatkan secuil tempat untuk hidup di hati

Tuhan punya rencana di balik rencana-Nya

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
         
         
 
Karya Kiriman : Rizal Setiawan 7-C

1. Doa orang yang penuh kenikmatan : “Tuhan, berilah aku cobaan dan berilah juga jalan keluarnya !”.
2. Tekun itu membosankan tapi buahnya membahagiakan.
3. Terkadang buah mangga itu bagus tapi dalamnya ada ulat. Itulah gambaran  hati manusia.
4. Kita tidak pernah tahu bagaimana, di mana dan kapan kita akan mengakhiri roda kehidupan.
5. Buku rapot berisi nilai pelajaran. Buku hati berisi hati dan pikiran.
6. Beningkanlah pikiranmu sebening kaca yang baru.
7. Buah gedondong rasanya segar, tapi awas dengan bijinya yang penuh dengan duri. Itulah gambaran liku-liku cinta.
8. Orang pintar menaruh mulut di otaknya. Orang pintar menaruh otak di mulutnya.
9. Penggaris gunanya untuk menggarisi. Jika salah mudah diatur. Namun jika yang tergores  itu adalah  garis takdir, itu sudah suratan namanya.
10. Cinta itu tidak harus memiliki dan tidak pula harus menyakiti.
11. Beli sayur-sayuran di pasar Gembong
Jangan lupa beli donat
Jadi manusia janganlah sombong
Sebab sombong itu dilaknat
12. Putus sekolah itu salah
Putus pacar itu wajar
Putus sandal ….ya….dicangking aja !
13. Duduk di kursi
Kursinya mau patah
Duduk di ranjang
Ranjangnya mau patah
Aduuuuhhhh…..apes banget, sih….!
14. Sandal jepit, sandal Swallow
Rizal kejepit, ….kasihan…deh…low..!
15. Jalan-jalan ke Surabaya
Jangan lupa beli mangga
Perut sakit karena tertawa
Melihat katak berkacamata
16. Jalan-jalan ke Thailand
Jangan lupa langsung ke Irak
Rizal takut melihat setan
Sebab setannya berkepala botak
17. Naik kapal ke Sumatera
Jangan lupa singgah di Jayapura
Perut sakit karena tertawa
Melihat kakek nyanyi giginya dua
18. Hiruk Pikuk Kehidupan Orang Indoensia
Banyak orang yang stresss memikirkan ekonomi
Ada manusia sekeluarga yang sungguh memprihatinkan
Merenungi bahan-bahan pokok yang semakin tinggi
Meski kompor gas dan tabung gratis
Orang-orang masih sempat meringis
Walau harga bensin turun, masih ada orang murung
Begitu rupiah terpuruk, para ekonomi lemah semakin ambruk
Banyak manusia berlaku anarkis
Sumbernya satu - dua : krisis
Krisis uang dan krisis moral

19. MALAM HARI YANG SUNYI
Di malam yang sunyi aku teringat Illahi
Hati semakin merinding ketika berfikir tentang ajal
Butiran airmata menghampiriku
Kemudian bertambah resah gelisah
Tak seorangpun sudi mendampingiku
Hanya Alloh lewat malaikat sebagai teman
Lalu kutatap rona bulan purnama
Oh malam yang buta pergilah dariku, kini

20. SAJAK BUAT IBU
          Engkau wanita yang mengandungku selama 9 bulan
          Engkau wanita yang mendidikku dengan susah payah
          Setiap langkah hidupmu selalu mengiringi gerakku
          Yang kau punya kuambil juga. Kau beri aku tanpa pamrih
          Do’a-mu amat ampuh. Kutukan-mu pasti terbukti
          Engkaulah keramat sejati
         

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Karya Kiriman : Willa Wildayanti 8-C
1. BUNDAKU SAYANG JANGAN MENGHILANG
            Bunda,  kau begitu indah dimataku
         
          Kau begitu sempurna bagiku
          Tanpa kau, aku tiada arti lagi
          Kau susahpayah melahirkan aku
          Kau taruhkan nyawa demi aku
Tapi itu semua tak terpikir dalam benakku
Hingga aku tak berterimakasih padamu, bunda
Tak kuingat lagi bisikan semangat darimu
Yang bertengger di telingaku hingga bergetar
Untuk bangkit
          Gemerlap dunia ini bak tiada arti
          Tanpa untaian do’a yang tertebar
Dari bundaku yang tak boleh hilang
Dari peredaran dunia – akherat

2. AKU & KAU ADA
                   Sahabat, kau kupercaya
                   Karena kau ada
                   Tapi kau tak menganggapku ada
Aku ingin kita seperti dulu
Kemana-mana seriring berdua
Sebab hidup tanpa kita serasa hampa dunia

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Karya Kiriman : Niswatin 9-C
1. TALI ASIH YATIM PIATU
          Jalinan kasih tercerai-berai
          Problematika mereka tak terurai
          Mengejar cita & cinta sulit tergapai
          Tawa-canda kian rasa hampa saja
          Belaian ucapan “kasihan” yang ada
          Padahal itu adalah lagu lama
                   Wahai dermawan penyayang
                   Yang menempati gedung apartemen berbintang
                   Kau buru dollar dengan semangat juang
                   Lalu mana zakat yang sudah terbilang berbilang
                   Bukankah kau ingin jiwa meredeka nan lapng
Alangkah indah dan bahagia
Bila mereka hidup bagai di sorga
Dengan media sedekah buat kaum nestapa
Sejalan dengan cita-cita agama :
Agar tidak ada gep kaum miskin dan orang kaya
                   Kata nabi akan bersanding berdua
                   Antara penderma dengan nabi yang mulia
                   Bagai dua jari tanpa sekat rongga
                   Harum semerbak dalam pesona
                   Berpadu kasih dalam sorga-Nya……

2. GAUNG PENGHUNI YAYASAN YATIM PIATU & DHUAFA’
          Hari ini mereka sekolah butuh biaya
          Seolah ingin disayang dan dijaga
          Mereka damba bahagia bagai orang kaya
                             Penghuni asrama itu bangun di malam hari
                             Ya Tuhan yang Maha Menepati Janji
                             Getarkan hati para pemerhati
                             Agar mereka dapat merasakan kepahitan ini
Ya Tuhan, responlah do’a kami
Mudahkan urusan menjemput rejeki

3. BELIAU IBARAT SUMUR ILMU
    (Goresan Singkat Buat Eyang Putri)

Saat mendengar kabar Mbah Putri wafat, mata saya basah dan gelap. Tetapi ketika saya mendengar nenek meninggal usai sholat Maghrib dan masih menyandang rukuh bahkan meninggal diatas sajadahnya dalam posisi sujud, aku menjadi berbinar-binar. Kematian nenek yang tiba-tiba tanpa didahului sakit yang parah, tentu menjadi lentera yang menggugah reliung-relung kamanusiaan. Ia ibarat sumur ilmu yang tak pernah kering atau habis untuk di timba. Sejak kematian tokoh Putri kharismatik di desa kami itu, adalah awal perjalanan penduduk yang abangan menjadi putihan. Para santrinya kini banyak yang berburu ilmu di surau bekas Mbah Putri menebar prasasti.

Kiriman :  I z a m
1.                             Surga di telapak kaki ibu
                     Oh, …….ibu ……..
                             Sungguh mulia jasamu
Engkau adalah pelindung
Bagi putra-putrimu
          Engkau mengandung selama sembilan bulan
          Engkau melahirkan
          Engkau menyusui
Oh, …… ibu……..
Sungguh kasih sayangmu
Bagaikan intan permata
Yang menyilaukan mata
          Ku bersujud
Di kaki ibu
Karena surgaku
Di telapak kaki ibu

2.   SIAPA AKU  ??

Kuarungi laut tanpa puas
Berjuta Tanya di hati : siapa dan mengapa
Ada apa denganku
Dan ada apa denganmu
Agar aku thu diri

3. KUHARAP KAU MEMAKLUMI
Kasih dalam dawai firman-MU
Ku coba belajar mengeja kata
Dalam alunan lagu pujian
Aku berdendang dalam Qodlo-Mu
Dengan kecapi basmalah
Kupetik dawai nikmat-Mu
Dengan syair istighfar aku merintih dalam sayatan
Kekasihku Illahi, Engkai menari
Dalam nyanyian dzikirku
Senantiasa melantun meski terbata-bata
Dan kucoba tepatkan nada
Illahi kekasihku, maklumilah aku
Sebab aku hanyalah sosok bayi dari kandungan dzulumat

== = = = = = = = = =
SKETSA PON – KLIWON
(goresan mbak prapti mbulutrate)

Hmmm....nama yang aneh dan kurang begitu lumrah. Adalah nama hari/pasaran jawa, yang masih melekat erat di benak bara tetua. Namun sayang, untuk para kawula muda nama-nama semacam itu sudah mulai luntur agaknya. Ironisnya para remaja kita nggak tahu wetonnya (hari kelahiran pasarannya). Memang begitulah kenyataannya.

Hari pasaran Pon – Kliwon ini diajadikan icon ramainya pasar Gembong, yang rata-rata nggak jauh beda dengan pasar-pasar yang lain. Namanya juag pasar, pasti ada penjual dan pembeli,...broo.....!! Hee...he ...he.... !! Baik pas hari pasaran ramai atau hari biasa-biasa, penjual dan pembeli sama-sama kukut pukul 10.00 wib. Selepas jam ini jangan harap anda akan menjumpai keramaian lagi.

Padahal sesungguhnya lokasinya amat strategis : jalur Babat – Surabaya. Persis di depan pasar itu ada penyeberangan menuju stasiun kereta api Desa Gembong. Tepat pada hari pasaran, penjual dan pembeli tumpah ruah di seputar jalan raya. Sangat kental sekali nuansa tradisionalnya.

Yang membuat saya bangga adalah dijualnya jajanan yang boleh kebilang langka dan jarang ditemui di tempat lain, semacam serabeh, gethuk, jongkong yang berwarna hitam, lopis, getas, tape menyok/singkong, emping ketan, serawut, tiwul dll yang harganya relatif murah-meriah. Akankah panganan itu mau tersingkir dengan camilan ala Barat semisal pizza hut, hamburger, kentucky fried chiken, hot dog .....??

Sementara bila Anda ingin konsumsi yang lebih berat lagi ada tahu lontong, sego pecel, sego rawon, kare, dsb. Tapi yang menjadi ciri utama Gembong adalah dengan tahu lontongnya. Bila belanja di pasar Gembong, tidak beli tahulontong,.....rasanya belum jangkep ...gitu...loh....!!! Sedangkan minumannya ada dawet, es cao, dsb. Camilan ringan yang dipajang ada krupuk goreng pasir, krupuk upil, kentang hitam, rengginang dll.

Rasanya dengan bekal uang ribuan saja sudah cukup untuk beli oleh-oleh yang terkadang bisa dinikmati orang satu rumah. Bahkan ingin rasanaya saya membeli oleh-oleh untuk satu RT, karena melihat murahnya jajanan di desa Gembong yang disebut dengan Pasar Pon – Kliwon itu. Dan ini merupakan bagai dari Indonesia yang subur makmur gemah ripah loh jinawe, toto tentrem kerto raharjo. Murah sandang murah pangan.

Mumpung belum diklaim oleh negara lain, mari kita lestarikan dan kita miliki hak patennya. Agar nasibnya tak seperti reog, tari pendet, tari lilin, musik angklung yang semuanya diklaim oleh negara orang. Jangan-jangan serabeh, gethuk, cao, gudir, getas, tape, katul ireng, katul ijo, krupuk upil, tahu lontong, tahupetis, pecel, lopis, emping ketan, brondong jagung, bipang, arumanis, serawut, jemblem, lentogoreng, grubi, penculot, nogosari dsb diambil hak patennya dan diakui khas milik negara tetangga ....!!

Kalau tidak kita yang melestarikan, lalu siapa lagi ?? Mari kita tunjukkan ke mata dunia, bahwa Indonesia kaya akan seni dan budaya serta aneka macam masakan kuliner nusantara. Ini sabagai upaya menjunjung warisan leluhur. Banggalah menjadi warga Indonesia, karena Anda dilahirkan di negeri ini. = = = = ( Mbak Prapti Adalah Alumni SMP Negeri 3 Babat, Kini Sebagai Walimurid : Karena Anaknya Sekolah Di SMP Ini) = = =  = = = = =  

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = =  

0 komentar:

Posting Komentar